Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarokatuh,...
Salam sejahtera keatas junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, semoga kita mendapatkan syafaatnya kelak di yaumul akhir. Amin,.....
Wahai para sahabat sekalian,... Bulan Romadhan sebentar lagi akan menghampiri kita, sudah siapkah kita untuk menyambut datangnya bulan suci yang penuh dengan keberkahan ini, atau sudahkah kita bersihkan hati kita dari segala prasangka-prasangka buruk terhadap sesuatu.?
Andai ini adalah Romadhan terakhir bagi kita, apakah kita hanya akan melewatinya begitu saja, tentu tidak wahai sahabat sekalian. Harapan kita adalah untuk kembali fitrah dan mendapatkan kemenagan setelah melewati bulan yang penuh dengan hikmah ini, sehingga kita akan selalu merasa siap jika sang utusan datang menjemput diwaktu yang tidak bisa kita prediksi.
Sahabatku sesama muslim, aku ingin kita sama-sama menelaah salah satu ayat dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang memiliki hati bercahaya.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’raaf [7]:201
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa jika mareka ditimpa was-was dari syaithan, mareka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mareka melihat kesalahan-kesalahannya”.
Ibnu Mas’ud R.A berkata, “Seorang mukmin itu melihat satu dosa seperti melihat gunung karena takut terpesosok kedalamnya. Adapun orang munafik melihat dosa seperti melihat seekor lalat yang bertengger dihidungnya, dia berkata, ‘Ah kecil, Cuma begitu”.
( Diriwayatkan al-Bukhari secara maufuq ).
Mari kita membuka lembaran-lembaran orang shalih tatkala mencela dirinya saat melakukan kesalahan atau terluput dari suatu kebajikan. Apa seharusnya yang mareka lakukan.? Dengan apa hendaknya mareka merasa.?
Seorang mukmin tatkala berbuat dosa atau terluput dari kebajikan harusnya merasa takut, gelisah secara terus-menerus, dan sedih yang bersangatan.
Wahai sahabatku sekalian, ketika engkau membaca coretan-coretan ini tentu akan meuncul pertanyaan, ”Kenapa mareka bisa berperasaan sedemikian peka.?” “Bagaimana mareka bisa sampai ketingkat sensitivitas setinggi itu.?” Kemudian coba bandingkan dengan kondisi kita sekarang-ternyata masih termasuk orang-orang yang lalai. Marilah kita berusaha mengetahui sebab-sebab yang kita tempuh dalam mencapai tijuan akhir.
Akhirul kalam, semoga coretan singkat ini bisa menjadi reminder atau pengingat bagi kita untuk mempersiapkan diri lebih awal dalam menyambut Bulan suci Romadhan 1432 H ini.
Mohon Maaf Lahir & Bathin,....
2 komentar:
bang link kan ke blog aq pcnewsite.com
dr zoro
selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan, saudaraku.. :)
Poskan Komentar